D I S U S U N Oleh : Donny Richard mataputun 12114201100028 Program studi ilmu keperawatan Fakultas kesehatan Universitas Kristen indonsia maluku 2013 KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa , karena berkat rahmat , ridho dan hidayah dari – Nya lah sehingga pada hari ini saya dapatmenyelesaikan makalah saya ., yang telah membawa kita semua ke zaman yang terang benderang seperti sekarang. Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam penyelesaian makalah ini. Saya menyadari betul bahwa memang makalah ini belum sempur...
1. Fungsi Mata Konjungtiva • Melindungi kornea dari gesekan Skelra • Melindungi bola mata dari kerusakan mekanis dan menjadi tempat melekatnya otot mata Otot-otot • Muskulus rektus superior, untuk menggerakkan mata ke atas • Muskulus rektus inferior, untuk menggerakkan mata ke bawah • Muskulus rektus medial, untuk menggerakkan mata ke dalam • Muskulus rektus lateral, untuk menggerakkan mata ke sisi luar • Muskulus oblikus superior, untuk menggerakkan mata ke atas sisi luar • Muskulus oblikus inferior, untuk menggerakkan mata ke bawah sisi luar Kornea • Memungkinkan lewatnya cahaya dan merefraksi cahaya Koroid • Mengandung pembuluh darah oenyuplai retina dan melindungi releksi cahaya dalam mata Badan Siliaris • Menyokong lensa, mengandung otot yang memungkinkan lensa berubah bentuk, dan mensekresikan aqueous humor Iris ( Pupil ) • Mengendalikan ukuran pupil, sedangkan pigmennya mengurangi lewatnya cahaya. Lensa • Memfokuska...
LAPORAN PENDAHULUAN RDS 1. DEFENISI Respiratory Distress Syndrom (RDS) adalah kegagalan napas dalam fase akut ditandai dengan adanya hipoksia, infitrasi difusi pada gambaran foto thoraks, dan tanda kegaga l an pompa jantung atau edema pulmonal (Ryoichi Ochiai, 2015). RDS adalah adanya onset gejala kegagalan napas yang ditunjukkan dengan perubahan gambaran radiografi, edema paru dan ditandai dengan perlunya bantuan pernapasan mekanik tekanan positif pada kategori PaO2/FiO2 200-300 atau bahkan PaO2/FiO2 ≤ 100 jika berat (Harman, M. et al., 2017). Respiratory Distress Syndrom (RDS) bukan merupakan penyakit tetapi disfungsi pernapasan berat yang ditandai dengan kadar oksigen arteri (PaO2) < 50 mmHg dan kadar karbon dioksida darah arteri (PCO2) > 50 mmHg, yang bisa disebabkan ketidakadekuatan ventilasi aveolar (hipoventilasi), gangguan pertukaran gas, atau mismatch ventilasi-perfusi yang berat (LeMone, et all., 2015). 2. ...
Comments
Post a Comment